Dari Mana Kita Mulai Troubleshooting?

Posted on Updated on

Banyak administrator jaringan tidak mempunyai metode yang baku dalam men-troubleshooting masalah jaringan, tapi kadang kita memerlukannya.

Jaringan Anda tadinya berfungsi, tapi sekarang tidak? Ini perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa Anda ada di tempat yang benar. Kali ini kita berbicara tentang “troubleshooting”, bukan “konfigurasi”. Jika jaringan Anda tidak pernah berfungsi—sekalipun—maka Anda mungkin mengalami masalah konfigurasi, yang bukan merupakan subjek artikel ini.

Jadi apa itu troubleshooting? Troubleshhoting adalah ketika kita memperbaiki jaringan yang bermasalah. Sebagai contoh, misalkan Anda menggunakan NFS Server untuk mengekspor direktori ke client. Karena listrik padam, maka server dan client mati. Ketika listrik menyala, kedua perangkat tersebut reboot. Setelag log in di client, Anda ingin mengakses direktori yang ada di server, tapi tidak bisa. Apa yang terjadi? Tadinya bisa, tapi sekarang tidak?!

Untuk memperbaiki masalah, kita harus melakukan troubleshooting. Ini merupakan istilah yang biasanya digunakan untuk proses identifikasi dan penyelesaian masalah. Ketika menghadapi masalah jaringan, dari mana Anda mulai melakukan troubleshooting? Banyak administrator yang tidak begitu memikirkannya. Mereka tidak punya metode yang baku, tapi langsung tangani saja. Namun kadang kita perlu metode yang baku. Salah satu alasannya adalah kita bisa menggunakannya sebagai tempat untuk memulai.

Model OSI

Dasar setiap metode troubleshooting disini adalah tujuh layer pada model referensi OSI. Jika Anda tidak tahu apa itu model OSI, secara singkat, itu adalah model jaringan yang terdiri dari tujuh layer, dimana susunannya dari layer paling atas (layer 7) adalah: Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, dan Physical.

Cara kerja model OSI adalah: data berjalan dari layer Application ke Physical, lalu menuju layer Physical penerima melalui jaringan dengan perantara medium fisik (misalnya kabel Ethernet). Dari situ, data berjalan ke atas menuju layer Application penerima.

Setelah data sampai, si penerima menjadi pengirim, dan si pengirim menjadi penerima. Respons dari si penerima berjalan melalui jalan yang berlawanan, dan kembali ke si pengirim awal. Jadi, jika ada salah satu layer yang tidak berfungsi, maka data tidak bisa berjalan. Sebagai contoh, jika layer Data Link tidak berfungsi, maka data tidak akan bisa berjalan dari layer Application ke layer Physical.

Bottom-Up

Metode Bottom-Up dimulai dari layer paling bawah, yaitu layer 1 (Physical), baru keatas menuju ke layer Application. Layer Physical mencakup kabel jaringan dan kartu jaringan. Jadi, jika ada kabel jaringan yang rusak atau terputus, maka jangan dulu melakukan troubleshooting. Anda harus memperbaiki dulu masalah pada layer Physical sebelum melanjutkan. Setelah masalah diperbaiki, cek lagi apakah masih ada gangguan. Jika ya, lanjutkan troubleshooting ke layer Data Link. Sebagai contoh, jika misalnya ada entry MAC yang sama pada tabel alamat MAC switch, maka perbaiki dulu masalah tersebut sebelum melakukan pengecekan pada layer  Network (misalnya alamat IP atau routing).

Top-Down

Pada dasarnya sama dengan metode Bottom-Up, hanya saja pada metode Top-Down, troubleshooting dimulai dari layer paling atas (Application) baru menuju ke bawah, layer Physical.

Divide and Conquer

Metode ini membutuhkan sedikit naluri. Pada metode Divide and Conquer, troubleshooting bisa dimulai dari layer mana saja yang menurut Anda penyebab masalah. Dari situ Anda bisa menuju keatas atau kebawah.

Memilih Metode

Pemilihan metode tergantung pada naluri Anda, dimana masalah itu terjadi. Sebagai contoh, jika ada user yang tidak bisa browsing ke internet, dan menurut Anda itu karena banyaknya spyware dan setting Internet Explorer, maka Anda bisa menggunakan metode Top-Down. Di lain pihak, jika user baru saja menghubungkan laptopnya ke jaringan dan tidak bisa browsing ke internet, Anda bisa menggunakan metode Bottom-Up karena kemungkinan besar kabel jaringan user rusak atau karena masalah sejenisnya.

Persiapkan Diri

 Troubleshooting membutuhkan pikiran yang tenang. Namun sayangnya, masalah jaringan cenderung membuat kita panik. User mengeluh, atasan marah, deadline menunggu, dan beberapa alasan lain. Namun, kita jangan sampai terbawa suasana. Ingat saja, kita pasti bisa menyelesaikan masalahnya. Lagipula, jaringan tadinya berfungsi, kok. Yang menjadi pertanyaan adalah: “kenapa sekarang tidak?”. Pasti ada penyebabnya, dan kita akan menemukannya.

Buat Dokumentasi

 Apapun yang menyebabkan jaringan Anda down, ada kemungkinan itu akan terjadi lagi. Apakah Anda akan ingat apa yang terjadi, dan bagiamana memperbaikinya? Catat gejala yang Anda lihat, pesan error yang Anda terima, tes yang Anda lakukan, dan apa yang Anda lakukan untuk memperbaiki masalah.

Lakukan Cek Fisik

Sebagian besar penyebab masalah pada jaringan yang tadinya berfungsi selalu berkaitan dengan fisik. Luangkan waktu untuk memeriksa hal berikut: apakah kartu jaringan terpasang dengan baik? Dorongann dari kabel jaringan bisa membuat kartu jaringan sedikit longgar, terutama jika Anda tidak mengencangkannya dengan baut.

Cek cahaya LED pada kartu jaringan. Warna hijau pada kartu ethernet menunjukkan bahwa ia terkoneksi dengan baik ke komputer dan jaringan. Jika LED berkedip ketika Anda menerima atau mengirim data, itu juga pertanda baik. Lakukan pengecekan yang sama pada hub, modem cable atau DSL. Selagi memeriksa, pastikan semuanya terhubung dengan baik dan mendapatkan daya yang cukup.

Ganti kabel untuk memastikan mereka berfungsi. Kadang kabel rusak tanpa ada sebab yang jelas, dan jaringan baru bisa berfungsi kembali setelah kabel diganti. Perlu diingat, LED bisa saja tetap berwarna hijau, meskipun satu atau beberapa kabel tidak lagi menghantarkan arus. Anda harus lebih awas, terutama jika kabel terlalu bengkok atau ditekuk. Apakah ada yang menjalankann motor elektrik besar didekat kabel ethernet? Gelombang elektromagnetik bisa mengganggu sinyal jaringan. Jika koneksi ke internet bermasalah, pastikan masalah memang ada di sisi Anda. Hubungi ISP anda, siapa tahu memang ada masalah pada backbone mereka.

Coba Reboot

Tidak menemukan masalah pada koneksi fisik? Mungkin ada error software. Coba restart semua sistem yang bermasalah. Sering kali ini bisa menyelesaikan masalah.

Buat Kronologis Kejadian

 Jika jaringan masih saja down setelah Anda melakukan cek fisik dan me-reboot sistem, coba ingat-ingat lagi ada kejadian apa sebelum jaringan kali terakhir berfungsi. Apakah Anda menginstal workstation baru? Apakah Anda me-restart server? Apakah listrik padam? Salah satu hal tersebut bisa saja menyebabkan jaringan down.

Berbicara kepada User

Apakah user mengubah konfigurasi sistem mereka? Menginstal software baru? Apakah mereka menggunakan alamat IP baru, karena alamat tersebut “lebih bebas”? Jika alamat IP yang mereka ambil sudah ada yang menggunakan, maka itu bisa menyebabkan masalah.

Selagi mengidentifikasi apa yang terjadi, cobalah berpikir diluar sisi teknis. Perilaku manusia bisa juga terlibat. Sebagai contoh, rekan Anda dari kantor cabang datang setelah jam kantor dengan membawa laptop. Karena tidak ada port yang kosong, ia mencabut tanpa memberitahu (karena Anda sudah pulang). Namun ia lupa memasangnya kembali setelah selesai, dan Anda terkejut karena besoknya jaringan bagian Sales down. Pada awalnya, tentu Anda akan menganggap ini misterius yang rumit, sampai Anda melakukan cek fisik.

Dimana Masalah Muncul?

Coba identifikasi dimana masalah muncul. Apakah hanya pada satu aplikasi atau semua aplikasi? Apakah hanya pada satu komputer atau semua komputer pada jaringan juga mengalami masalah yang sama? Jika hanya satu komputer, maka bisa dipastikan bahwa masalahnya ada pada komputer tersebut (bukan pada jaringan). Coba restart sistem, dan lihat apakah masalahnya masih ada. Apa pesan error-nya? Coba lihat log sistem.

Sebagai contoh, misalkan masalah NFS yang kita sebutkan tadi. Apa yang baru saja terjadi? Lonjakan listrik sehingga semua sistem harus di-restart. Ini berarti masalahnya berhubungan dengan semua sistem yang restart. Aplikasi mana yang bermasalah? Hanya NFS. Semuanya berfungsi dengan baik. Ini berarti masalahnya sudah jelas pada NFS. Dimana masalah terjadi? Masalah terjadi pada semua client NFS. Jadi, pasti ada yang rusak di server. Namun server berfungsi!

Apa pesan error-nya? Pada waktu client menyala, mereka mengeluh karena tidak bisa menemukan NFS server dan tidak bisa mount  direktori yang diekspor server. Dari sini jelas bahwa server tidak bisa diakses. Apa yang terjadi dengan NFS server? Ternyata server belum siap digunakan. Karena server menggunakan komputer tua, maka membutuhkan booting yang lebih lama, sehingga ketika client hendak me-mount direktori, NFS server belum siap. Lakukan pengetesan. Restart server dulu, lalu restart client. Dan ternyata semua berfungsi kembali. Masalah berhasil diidentifikasi. Solusinya: tingkatkan waktu delay pada client, supaya tidak booting dulu sampai NFS server siap.

Gunakan Ping

Masih bermasalah? Anda lakukan pengecekan fisik, ternyata semua baik-baik saja. Anda bertanya apa yang terjadi sejak jaringan kali terakhir berfungsi, ternyata tidak terjadi apapun (setidaknya sepengetahuan Anda). Kalau begitu saatnya menggunakan ping. Diantara tool analisis jaringan, ping adalah tool yang paling berguna. Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, ping bisa menunjukkan apakah Anda bisa mencapai koneksi pada sisi satunya, termasuk komputer, gateway, dan printer. Yang mungkin belum Anda ketahui adalah menggunakannya secara sistematis. Jika sudah, Anda pasti akan bisa mengidentifikasi masalah jaringan, dan kemudian mencari solusinya.

Terjadi 100% loss
Pesan yang disampaikan jika Resolve DNS gagal, atau host memang tidak ada
Respons jika koneksi jaringan bisa dilakukan

Sebelum menggunakan ping, ketahui dulu arti pesan ping. “Network unreachable” berarti sistem lokal tidak bisa menemukan rute ke sistem remote. Biasanya ini karena masalah koneksi. “Ping request could not find host foo.example.com. Please check the name and try again”, berarti ping tidak bisa menemukan nama host yang dimaksud karena resolve DNS gagal atau host tersebut memang tidak ada. Jika 100% loss, berarti ping bisa me-resolve nama domain yang Anda ketik. Selain itu, ping juga bisa menemukan rute ke sistem remote. Namun, sistem remote tidak merespons.

Masih Bermasalah?

Langkah-langkah yang telah dilakukan sudah cukup untuk menyelesaikan sebagian besar masalah jaringan, tapi belum semuanya. Jika Anda masih mengalami masalah, coba pastikan hal berikut. Kerusakan hardware: kartu jaringan, hub, adaptor, gateway, dan komponen lainnya bisa saja, dan kadang memang rusak. Coba identifikasi masalah dengan menggunakan ping. Dan jika perlu, coba ganti dengan perangkat yang sudah pasti berfungsi.

Perubahan: apakah ada yang merubah konfigurasi jaringan tanpa memberitahu Anda?; Akses tanpa izin: yang satu ini tidak enak dibayangkan, tapi bisa terjadi, terutama jika ada traffic ke internet. Beberapa sistem persentase bebann CPU-nya terlihat tinggi meskipun tidak ada yang menggunakannya.

Tahapan Menggunakan Ping

Setelah mengetahui pesan error ping, gunakan prosedur berikut pada sistem yang bermasalah.

Ping 127.0.0.1. Alamat IP 127.0.0.1 dikenal juga sebagai alamat loopback. Alamat ini digunakan untuk mengirim pesan ke dirinya sendiri. Jika Anda bisa mem-ping alamat loopback itu, berarti TCP/IP terinstal, tapi konfigurasinya belum benar. Jika Anda tidak bisa mem-ping alamat loopback, maka itu berita buruk. Entah bagaimana konfigurasi TCP/IP berantakan atau crash. Coba restart sistem dan jalankan perintah ini lagi.

Ping alamat IP Anda. Jika Anda berhasil, berarti alamat IP Anda sudah terhubung dengan benar ke kartu jaringan. Jika tidak, berarti ada masalah pada kartu jaringan. Sekali lagi, coba restart sistem. Jika itu tidak menyelesaikan masalah, jalankan ifconfig/ipconfig, dan cek apakah kartu jaringan dalam keadaan aktif dan operasional. Jika tidak, konfigurasi ulang kartu jaringan.

Ping nama komputer Anda. Jika perintah tidak berhasil, berarti ada masalah dengan konfigurasi DNS server. Sebagian besar jaringan kecil menggunakan DNS server ISP, yang berarti DNS tidak berfungsi ketika jaringan tidak terhubung ke internet. Untuk memperbaiki masalah ini, pastikan file hosts berisi semua alamat IP, nama host, dan alias yang digunakan pada jaringan. Pastikan tidak ada error pada file. Jika Anda menjalankan DNS server, pastikan server berfungsi dengan baik. Restart DNS server dan coba lagi perintah ini.

Ping alamat IP komputer lain. Sekarang coba hubungi komputer lain pada jaringan dengan mengetik alamat IP mereka satu per satu. Apakah Anda hanya bisa mengakses sebagian komputer? Masalah ini bisa disebabkan karena jeleknya koneksi. Kemungkinan lain: ada dua komputer dalam jaringan yang menggunakan alamat IP yang sama. Cek konfigurasi komputer yang tidak bisa Anda akses, dan pastikan alamat IP-nya tidak sama.

Ping nama komputer lain. Ulangi lagi langkah sebelumnya, tapi gunakan nama komputernya. Jika tidak berhasil, lihat file hosts, dan pastikan nama komputer dan alamat IP sudah sesuai. Cek juga file hosts komputer yang lain untuk memastikan semuanya sama. Jika jaringan terdiri dari banyak komputer, gunakan saja DNS server supaya Anda tidak perlu mengatur file hosts secara manual.

Ping alamat IP gateway. Ping alamat IP perangkat gateway yang digunakan untuk terhubung ke internet. Jika tidak berhasil, maka disitulah letak permasalahannya. Coba restart perangkat, dan cek lagi koneksinya.

Ping alamat IP DNS server. Gunakan alamat IP DNS server ISP Anda. Jika tidak berhasil, laporkan ke ISP Anda.

Ping situs di internet. Gunakan nama beberapa situs populer seperti www.yahoo.com dan www.google.com. Karena Anda sudah berhasil mem-ping alamat gateway dan DNS server, maka perintah akan diteruskan ke DNS server ISP Anda, lalu ke situs yang dituju. Jika situs hanya bisa diakses dengan alamat IP, berarti masalah terletak pada DNS server ISP (atau DNS server lokal, jika Anda menjalankannya).

__________

Gunung Sarjono, PCMedia Edisi 01/2010, hal 98-100

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s