Mengenal Registry Windows

Posted on Updated on

Setelah sekian lama nggak meng-update isi blog, akhirnya sekarang baru bisa karena juga baru dapat bahan setelah membolak-balik halaman majalah yang sudah terbit 2 tahun yang lalu. Yaah walaupun bisa dibilang sudah kadaluwarsa, tapi setidaknya bisa membuat orang yang belum tahu menjadi tahu. Yang namanya ilmu ‘kan nggak kenal tua (itu menurut saya lho…).

Jika sebelumnya saya pernah memosting tulisan berjudul Utak-atik Registry, kali ini saya akan mencoba untuk memosting artikel yang berjudul “Mengenal Registry Windows”. Menurut saya akan ada yang kurang jika kita bisa mengedit registry tanpa terlebih dahulu mengetahui tentang registry itu sendiri.

Sebenarnya artikel ini merupakan salinan (walaupun ada beberapa yang tidak sama) dari rubrik “Know-How” miliknya Majalah PCMedia yang ditulis oleh (Bapak atau Mas ?) Gunung Sarjono. Namun saya rasa tak ada salahnya jika saya bagi kepada para pengunjung blog saya ini. Berikut ulasannya:

Karena registry seperti otak dari operating system, Anda harus sangat hati-hati ketika hendak melakukan perubahan.

       Registry Windows pada dasarnya merupakan database semua setting konfigurasi di dalam operating system Windows. Registry berisi profile setiap user yang mempunyai account pada sistem, informasi semua hardware internal dan eksternal yang terhubung ke komputer, informasi semua aplikasi yang terinstalasi pada operating system, dan rincian semua setting konfigurasi yang dilakukan pada operating system. Supaya bisa lebih efektif dan untuk menghindari dampak buruk yang tidak diinginkan, kita lihat apa yang perlu kita ketahui ketika bekerja dengan registry Windows.

Struktur Registry

Peta merupakan tool yang berguna ketika hendak memulai suatu perjalanan. Tidak hanya membantu kita dalam merencanakan rute yang akan diambil, tapi juga membantu kita dalam mendapatkan gambaran dari tempat yang akan kita lalui. Hal yang sama juga berlaku untuk registry Windows.

       Registry Windows terdiri dari lima bagian utama yang disebut key. Dimana masing-masing berisi informasi tertentu dari operating system. Microsoft juga menyebut kelima bagian tersebut hive. Setiap bagian key/hive terdiri dari folder-folder berisi file yang disebut value.

            Kelima key/hive tersebut adalah:

  • HKEY_CLASSES_ROOT yang berisi informasi jenis file,
  • HKEY_CURRENT_USER yang berisi data user yang sedang logon,
  • HKEY_LOCAL_MACHINE yang berisi informasi semua hardware dan software yang terinstal pada komputer,
  • HKEY_USERS yang berisi informasi semua account user pada sistem, dan
  • HKEY_CURRENT_CONFIG yang berisi informasi dari semua key lain yang terkait dengan konfigurasi yang sekarang dijalankan.

Back-up Registry

       Sebelum mengubah registry, Anda harus mem-back-up-nya dulu. Dengan demikian jika nanti terjadi kesalahan, Anda masih bisa kembali ke keadaan sistem yang sebelumnya. Untuk mem-back-up registry bisa dilakukan dengan menggunakan utiliti Backup Windows, membuat Restore Point, atau mengekspor key yang ingin dirubah dari Registry Editor.

Registry Editor

            Untuk melihat dan mengubah registry secara manual, Anda bisa menggunakan Registry Editor. Tekan [Windows]+[R] untuk membuka kotak dialog Run, ketik regedit, dan kemudian klik OK. Hati-hati, jangan sampai Anda mengubah key atau value yang tidak berhubungan dengan apa yang ingin Anda ubah.

Kotak Dialog Run

File REG

            Jika Anda hanya melakukan perubahan biasa yang bersifat umum dan tidak ingin mengedit registry secara manual, buka Google dan cari file REG yang akan melakukan pengeditan untuk Anda (pilihlah dari website yang reputasinya baik). File REG merupakan file teks khusus yang diekspor dari Registry Editor yang berisi perintah untuk melakukan pengeditan registry. Anda tinggal mengklik ganda file REG, dan ia otomatis mengimpor pengeditan ke dalam registry. Untuk melakukan perubahan yang tidak bisa dilakukan dari tool yang ada, Anda bisa men-download Microsoft TweakUI PowerToy.

Mencari di Registry

            Jika Anda tahu nama key atau value yang ingin diedit, tapi tidak tahu dimana lokasinya, Registry Editor mempunyai tool Find. Tekan saja [Ctrl]+[F]. pada kotak dialog Find, ketikkan nama key atau value yang ingin dicari dan kemudian hilangkan atau centang check box di bagian Look at (Keys, Values, atau Data) supaya target lebih mudah didapat.

Kotak dialog Find dari Registry Editor

Gunakan Favorites

            Anda bisa menggunakan Favorites untuk menghemat waktu dalam mencari key yang diedit sebelumnya. Sama seperti pada Internet Explorer, Favorites pada Registry Editor bisa juga digunakan untuk mem-bookmark lokasi dalam registry. Jika key yang sekarang Anda ubah nanti akan diubah lagi, klik menu Favorites, kemudian pilih Add to Favorites. Selanjutnya Anda bisa menggunakan Favorites untuk kembali ke key tersebut kapanpun dibutuhkan.

Menambahkan suatu alamat registry ke dalam daftar Favorites

Membersihkan Registry

            Seiring dengan waktu, registry bisa dipenuhi dengan key dan value kosong atau korup. Memang Windows masih tetap berfungsi, tapi hal tersebut bisa membuat registry tidak efisien dan lambat. Microsoft dulu menyediakan tool bernama RegClean yang didesain khusus untuk menganalisa registry dan menghapus key dan value yang kosong atau korup. Sayangnya tool tersebut tidak pernah diupdate lagi. Namun, sekarang ada CCleaner. Jika Anda ingin mencoba program shareware (program berbayar), ada Registry Clean Pro, Registry Mechanic, dan TweakNow RegCleaner.

Hasil scan registry yang dilakukan oleh CCleaner
Hasil scan registry yang dilakukan oleh CCleaner

Memonitor Aktivitas Registry

            Ketika menginstal aplikasi baru, progam instalasi melakukan perubahan ke registry—semua di belakang layar. Jika Anda ingin memonitor perubahan terhadap registry, gunakan RegMon yang sekarang digantikan oleh Process Monitor. Utiliti freeware ini didesain untuk memonitor registry secara background. RegMon bisa memberikan laporan yang berguna ketika Anda sedang menangani masalah registry yang diduga berhubungan dengan apikasi yang baru-baru saja diinstal.

Memperbaiki Registry yang Korup

            Pengguna lama Windows pasti tahu satu key registry yang korup bisa merusak seluruh Windows. Dan jika Anda tidak mempunyai keahlian untuk mengedit registry, mempunyai aplikasi yang bisa mempermudah pengeditan registry tentu akan sangat membantu. Memang banyak pembersih registry yang bisa dibeli, tapi perlu Anda tahu ada juga pembersih registry open source. Salah satunya adalah Little Registry Cleaner.

            Little Registry Cleaner (LRC) merupakan salah satu pembersih registry yang paling handal dan mudah. Penggunaannya tidak hanya terbatas untuk scanning dan perbaikan registry, tapi juga mendeteksi dan menghapus entri yang tidak terpakai dan/atau salah, mengontrol aplikasi yang dijalankan ketika booting, menjalankan regedit, mengembalikan registry ke kondisi semula, juga meng-uninstall aplikasi.

            Instalasi LRC sama seperti software pada umumnya. Setelah instalasi selesai Anda akan menemukan entrinya pada menu Start. Dari jendela utama, Anda bisa langsung mengecek registry dengan mengklik Scan Registry. Scan akan langsung berjalan dan melaporkan error yang ditemukan.

            Selain membersihkan registry, salah satu fitur terbaik LRC adalah Uninstall Manager. Mengapa demikian? Itu karena LRC tidak hanya meng-uninstall aplikasi, tapi juga menghapus semua entri registry yang terkait dengan aplikasi tersebut. Untuk meng-uninstall suatu aplikasi, klik menu Tool, kemudian pilih Uninstall Manager. Ada jendela yang muncul, Anda bisa memilih Uninstall dan Remove Entry. Untuk meng-uninstall aplikasi, pilih aplikasinya dan kemudian pilih Uninstall. Untuk menghapus entry registry, pilih entri-nya, dan klik Remove Entry.

            Jika Anda buka jendela Startup Manager, disitu Anda akan melihat item yang dijalankan Windows ketika booting. Dengan LRC, Anda bisa mengaturnya dengan mudah. Untuk menambahkan item baru, klik Add untuk membuka kotak dialog New Run Item. Masukkan nama, path file, dan argumen yang diperlukan.

            Fitur terakhir dari LRC adalah Registry Restore. Jika Anda klik Restore Registry pada jendela utama, Anda bisa memilih dari daftar registry yang telah tersimpan. Setiap kali Anda mengecek dan memperbaiki registry, LRC menyimpan copy dari registry sehingga Anda akan selalu punya cadangan registry yang masih berfungsi. Untuk mengembalikan registry, pilih registry yang Anda inginkan dan kemudian klik Restore.

_______________

Source: Gunung Sarjono, Mengenal Registry Windows. PCMedia Edisi 12/2009

One thought on “Mengenal Registry Windows

    casino said:
    16 Mei 2013 pukul 3:55 PM

    Right away I am ready to do my breakfast, once having my breakfast coming yet
    again to read more news.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s