WIKILEAKS; MENYINGKAP KEBENCIAN BARAT TERHADAP ISLAM

Posted on

Barat dan AS tak pernah senang melihat negeri-negeri Islam berkembang pesat. Penegasan ini kembali terbukti dengan dibeberkannya ribuan misi rahasia pemerintah AS di dunia Islam oleh WikiLeaks.

Dari puluhan ribu dokumen rahasia yang dimiliki WikiLeaks, jumlah terbanyak justru tentang dunia Islam, termasuk Indonesia. Apa saja informasi rahasia itu?

“Tidak ada rahasia yang tak terungkap oleh waktu.” Itulah ungkapan legendaris dramawan dan penyair Perancis abad 17, Jean Racine. Kata-kata yang ditorehkan pada masterpiece-nya, Britannicus, ditulis tahun 1969 ini kembali populer. Pasalnya, kutipan itu cocok dengan keberanian WikiLeaks yang telah membongkar ribuan dokumen rahasia tentang sepak terjang AS di berbagai belahan dunia.

Semua tahu. WikiLeaks, sebuah situs whistleblower yang dikomandani Julian Assange, lelaki tirus kelahiran Australia ini mengaku memiliki puluhan ribu dokumen rahasia tentang AS. Hampir semuanya merupakan dokumen yang selama ini tertutup rapat. Dan melalui WikiLeaks, Assange telah membocorkan ribuan data, informasi, dan nota diplomasi rahasia tentang kepentingan AS di berbagai belahan dunia. Informasi-informasi rahasia ini dilaporkan diplomat-diplomat AS dari Kedutaan Besar mereka di berbagai negara. Anehnya, sebagian besar data ini, membahas tentang negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

Gebrakan WikiLeaks dimulai pada 25 Juli 2010, dengan mengumbar dokumen rahasia perang Afghanistan bertajuk War Diary: Afghanistan War Logs. Dokumen ini terdiri dari 91.000 laporan tentang perang AS di Afghanistan sejak 2004-2010. Dokumen ini bisa diunduh secara gratis.

Isinya antara lain: aksi militer pasukan AS yang sangat mematikan dengan korban sekitar 20.000 jiwa meninggal, informasi intelijen, pertemuan dengan tokoh politik, laporan hampir semua unit pasukan AS di Afghanistan, pasukan khusus, hingga operasi rahasia yang melibatkan sejumlah negara Eropa. Dengan bocornya dokumen ini AS pun syok dan “kebakaran kumis”.

Tiga bulan kemudian, tepatnya 22 Oktober 2010, WikiLeaks kembali menelanjangi kebobrokan dan kebiadaban perang AS di Irak yang diberi judul War Diary: Iraq War Logs. Dokumen ini berisi 391.832 laporan selama agresi militer AS di Irak, dari 1 Januari 2004 sampai 31 Desember 2009. Ada juga laporan yang disampaikan secara langsung oleh tentara AD AS yang terlibat dalam misi SIGACT pada Mei 2004 dan Maret 2009.

Dokumen ini membeberkan korban mati selama 6 tahun pendudukan AS di Irak mencapai 109.032 jiwa. Terdiri dari 66.081 warga sipil, 23.984 milisi Irak, 15.196 pasukan Irak, dan 3.771 pasukan koalisi (AS dan sejumlah negara Eropa). Mayoritas korban meninggal (66.000 atau 60%) terjadi dalam kontak senjata atau pengeboman pasukan koalisi. Dokumen ini juga memperkirakan 31 warga sipil Irak mati setiap hari selama pendudukan AS.

AS pun mulai kalang kabut dan “kebakaran jenggot”. Negara adi daya ini bersumpah akan menyeret Assange, Pemred WikiLeaks ke pengadilan. Bukannya kapok, satu bulan kemudian (tepatnya 28 November 2010), WikiLeaks membalas dengan membocorkan nota diplomasi dalam bentuk telegram rahasia dari sejumlah kedutaan besar AS di luar negeri. Dokumen ini bertajuk Cablegate: 250.000 US Embassy Diplomatic Cables.

Dokumen ini berisi nota diplomatik sejumlah Kedutaan Besar AS di beberapa negara yang dikenal sebagai sekutu AS seperti Mesir, Turki, Irak, bahkan PBB. Nota diplomatik ini dikumpulkan dari tahun 1966 hingga akhir Februari 2010. Berisi tentang komunikasi rahasia antara 274 kedutaan besar di seluruh dunia dengan Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Dari 250.000 nota diplomatik, 15.652 masuk klasifikasi rahasia.

Dari dokumen ini terungkap, AS melakukan kegiatan mata-mata terhadap sejumlah negara yang selama ini menjadi sekutunya, bahkan terhadap PBB sekalipun. Pembeberan ini membuat AS kalap dan naik pitam. Assange diburu dan WikiLeaks pun diblokir.

Dari dokumen yang mengungkap sepak terjang AS di negara-negara Islam, dapat ditarik benang merah bahwa mereka (barat) memang memendam kebencian terhadap Islam. Rekaman video serangan udara Helikopter Apache AS di Irak yang dibeberkan Wikileaks misalnya, memperlihatkan perilaku sadis serdadu AS ketika melakukan penyerangan.

Dari atas helikopter Apache, tentara AS menembak mati 15 orang sipil Irak, termasuk dua wartawan Reuters. Gambar itu terekam melalui kamera yang terpasang di senjata helikopter. Dari rekaman itu, terdengar suara tawa tentara AS sambil mengatakan, “Mati kau!” Lalu terdengar pula, “Rekam-rekam, simpan gambar, simpan gambar.”

Perilaku tentara AS di penjara Guantanamo, juga menunjukkan hal yang sama. Pada 3 Desember 2007, WikiLeaks memaparkan bocoran tentang “Standar Prosedur Operasi Camp Delta”, salah satu blok sel khusus teroris di Guantanamo, Kuba. Dokumen ini mengungkap adanya kekerasan dan diskriminasi yang dilakukan pasukan AS di penjara ini. Salah satunya, tahanan yang sebagian besar dari negara-negara Islam, tidak bisa mendapat akses ke Palang Merah lebih dari empat pekan dan menerima siksaan dalam beragam bentuk.

Dari Pakistan, WikiLeaks juga mengungkap “kebencian” AS terhadap kaum Muslim. Dari 170 dokumen tentang Pakistan, satu diantaranya menyebutkan, tentara Pakistan telah membiarkan pasukan khusus AS bergabung dalam operasi rahasia di wilayah tanpa hukum milik Suku Waziristan tahun 2009. Suku Waziristan adalah pemeluk Islam yang taat, tapi dituduh sebagai pendukung teroris dan gerakan radikal. Padahal pemerintah Pakistan telah berkomitmen pada parlemen untuk tidak mengizinkan pasukan asing beroperasi di negerinya.

Dalam dokumen lain yang juga di-publish WikiLeaks disebutkan, mantan duta besar AS di Islamabad mengatakan, jika pemerintah Pakistan tidak mungkin meninggalkan dukungannya terhadap kelompok militan. Pasalnya, pemerintah Pakistan menganggap keompok militan bisa digunakan sebagai kekuatan strategis dalam militer Pakistan untuk melawan India. “Jadi harus ada upaya serius menekan Pakistan agar membasmi kelompok militan,” tandasnya.

Dari Yordania, laporan WikiLeaks juga mengindikasikan kebencian AS (barat) terhadap negara-negara Islam. Satu diantaranya, dibeberkan dalam nota diplomatik Kedutaan AS di Amman yang ditujan ke Kementerian Luar Negeri AS di Washington DC. Dokumen ini menyebutkan, Zaid ar-Rifa’i mengatakan kepada David Hill, “Memukul Iran secara militer untuk menghalanginya dari kepemilikan hulu ledak nuklir layak diambil resikonya karena akan memberikan manfaat besar…”.

Tak heran, jika mantan duta besar AS di Amman Edward Gnehm mengatakan pada wartawan, “Saya tegaskan kepada Anda bahwa Kedutaan Besar AS mengetahui semua yang terjadi di Yordania.” Akhirnya, pemerintah AS pun kembali mengirim Edward ke Amman untuk menetralkan pengaruh bocoran nota diplomatik ini yang akan berdampak buruk pada hubungan Yordania-AS di masa datang. Apalagi, sejumlah nama petinggi Yordania disebut-sebut dalam dokumen ini.

Bahkan, Muslim Indonesia juga menjadi sasaran kebencian AS (barat). Setidaknya ini tercermin dari bocoran yang dibeberkan WikiLeaks, Rabu (15/12/2010). WikiLeaks merilis sebuah nota diplomatik rahasia dari Kedutaan Besar AS di Beijing tertanggal 5 Maret 2007 dengan kode Referensi Beijing 1448. Dari dokumen ini terungkap bahwa AS dan Cina, berkolaborasi untuk mensekularkan Muslim Indonesia.

Nota diplomasi ini menyebutkan, saat itu sedang diadakan pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri Cina Cui Tiankai dan Dirjen Urusan Asia Kemlu Cina Hu Zhengyue dengan pejabat Kementerian Luar Negeri AS Eric John. Pertemuan ini membahas sejumlah negara Asean, tapi Indonesia mendapat porsi utama. John bertanya kepada Hu, “Bagaimana pemerintah Cina melihat pemerintah Indonesia sekarang?”

Menurut Hu, Cina memantau adanya peningkatan gesekan antar etnis dan agama di Indonesia. Karenanya, pemerintah Cina mendorong percepatan program sekularisasi bagi Muslim Indonesia. “Beijing ingin mempromosikan Islam sekular di Indonesia,” kata Hu kepada John.

Bagaimana cara Beijing menyekularkan Muslim Indonesia? Menurut Hu, dilakukan dengan meningkatkan interaksi Muslim Indonesia dengan Muslim Cina yang berpandangan sekular karena dikontrol ketat oleh pemerintah Komunis Cina. Sehingga, Muslim Indonesia cepat atau lambat akan tertular sifat dan kebiasaan Muslim Cina yang sekular itu. “Caranya dengan mendorong interaksi antara Muslim Indonesia dengan 20 juta Muslim Cina,” jelas Hu.

Selain itu, kerja sama AS dan Cina juga mengungkap bahwa kedua negara itu berusaha menyetir arah pembangunan Indonesia agar sesuai kepentingan mereka. Kepada John, Hu mengatakan, menyetir pembangunan Indonesia bukan perkara sulit. Cina bisa mempengaruhi arah umum pembangunan Indonesia dengan memanfaatkan populasi etnis Cina di Indonesia untuk mengamankan kepentingan Cina di Indonesia. “Beijing harus sensitif dengan relitas kekuatan politik populasi etnis Cina yang signifikan di Indonesia,” tegas Hu.

Dokumen, data, nota diplomasi, informasi dan rekaman video rahasia tentang dunia Islam yang dimiliki WikiLeaks jumlahnya jauh lebih besar. Selain dari beberapa yang telah diuraikan diatas, ada juga dokumen rahasia yang dibeberkan WikiLeaks, telah memicu amarah pemimpin-pemimpin Arab dan Timur Tengah yang selama ini dikenal menjadi sekutu AS. Di sisi lain, dokumen ini membuat mata terbelalak publik dunia Islam. Yakni ketika WikiLeaks membongkar kemunafikan para pemimpin negeri-negeri Muslim di Timur Tengah itu. Nota diplomatik pemerintah AS itu menunjukkan betapa munafiknya sikap negara-negara Arab, menyangkut isu Palestina dan program Nuklir Iran.

Negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yaman, dan Kuwait satu suara dengan AS dan sekutunya Israel. Mereka mempropagandakan bahwa Iran adalah ancaman terbesar bagi dunia dan bukan Israel yang jelas-jelas kerap melanggar hukum internasional dan menindas rakyat Palestina. Bahkan Arab Saudi lebih senang menyebut Iran “setan” daripada menekan Israel.

Merasa belum cukup pada Ahad (28/11/2010), WikiLeaks kembali merilis dokumen-dokumen rahasia AS yang salah satunya mengkhawatirkan sejumlah negara Arab akan program nuklir Iran. Dalam nota diplomatik itu disebutkan bahwa Arab Saudi, Yordania, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, telah mendesak pemerintah AS untuk menyerang Iran. Tujuannya untuk menghentikan program nuklir Iran.

Terkait berita tersebut, pemerintah Kerajaan Arab Saudi membantah kebenarannya. Hal ini ditegaskan oleh Kuasa Usaha Arab Saudi di Teheran, Iran. Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad juga mengatakan bahwa perilisan dokumen-dokumen WikiLeaks terkait hubungan Iran dan sejumlah negara tetangganya tersebut dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah AS.

Tapi WikiLeaks tak bergeming. Situs ini juga membongkar nota diplomatik sejumlah diplomat dan pejabat konsulat AS di Jeddah, Arab Saudi yang menggambarkan dunia seks, narkoba, pesta, dan rock ‘n’ roll. Pesta terlarang ini terjadi tahun 2009 dalam pesta Halloween bawah tanah. Minuman keras, pelacur, dan narkoba hadir dalam jumlah berlimpah. Pesta ini digelar oleh pangeran kaya dari keluarga besar al-Thunayyan. WikiLeaks memperoleh dokumen ini dari diplomat AS di Jeddah yang ditandatangani Konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, sebagaimana dilansir The Guardian.

Tak heran jika pemimpin Arab berang mengetahui kebobrokannya terbongkar. Mereka menuduh bahwa WikiLeaks sengaja diplot untuk merusak hubungan antar negara Islam dan antara negara Islam dengan AS.

Itulah sebagian kecil fakta yang menunjukkan adanya kebencian barat (AS dan sekutunya) terhadap kaum Muslimin di berbagai belahan dunia.

 

________________________

Source:

Eman Mulyatman & Dwi Hardianto, WikiLeaks Menyingkap Kebencian Barat Terhadap Islam, Sabili, NO. 11 TH. XVIII 20 Januari 2011

Dwi Hardianto, WikiLeaks Memandang Dunia Islam dan Indonesia, Sabili, NO. 11 TH. XVIII 20 Januari 2011

3 thoughts on “WIKILEAKS; MENYINGKAP KEBENCIAN BARAT TERHADAP ISLAM

    Aqi suro said:
    15 Maret 2011 pukul 11:18 AM

    Lang pasang wedget share, biar bisa sy share ke manamanamanamana gitu lho !

    y4nt0-sp said:
    12 Juni 2011 pukul 6:28 AM

    bener..bener…dasar amerika!!! Smoga tuhan menghancurkan negaramu!!!!

    markermac17 said:
    25 Juli 2014 pukul 4:20 PM

    kukutuk kau AS dan Israel serta orang2 munafik. semoga Allah memberi kalian azab berkepanjangan. Aamiin

    X Lr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s