Janganlah Kamu Bersedih Karena Allah Ada Disamping Kita

Posted on Updated on

“… janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita…” (Qs. At-Taubah [9]:40)

Bila kita dalam rasa susah, terpuruk, terbuang, ditertawakan banyak orang, dihina, tidak diperhitungkan, dan seabreg masalah lain, saat itu kita merasa terasing sendiri. Dunia terasa menyempit, langit seperti hendak runtuh menimpa kepala, rumput pun menertawakan kita, pokoknya kita seperti badut yang gagal melakukan akrobat. Tapi dengarlah atau bacalah surat ini, “… sesungguhnya Allah bersama kita…” (Qs. At-Taubah [9]:40)

Percayalah, Allah bersama kita setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Bagaimana kita bisa merasakan bahwa Allah selalu hadir bersama-sama? Empat hal yang membuat orang merasa ditemani walaupun ia sedang sendirian. Yaitu, seseorang yang sedang ketakutan, orang yang merasa memiliki utang, orang yang sangat taat, dan orang yang sedang jatuh cinta.

Apabila ketakutan pada hantu, segala sesuatu yang tampak seperti bagian dari hantu itu. Warna putih yang sedikit terlihat di celah jendela terbayang sebagai mata hantu itu. Suara gemerisik daun seperti desis bisikan yang memberikan ancaman. Semua yang didengar, dilihat dan kita baui dianggap sebagai bukti kehadiran yang kita takuti. Apabila kita menjalin hubungan dengan Allah dengan perasaan penuh ketakutan, saat itu kita akan melihat segala hal yang tidak wajar sebagai ancaman dari Allah. Al-Quran memang sering mengabarkan bahwa siksa neraka itu sangatlah pedih.

Jika kita sedang memiliki utang dan sudah tahu bahwa saat ini adalah waktu pelunasan, setiap orang yang lewat kita anggap sebagai debt collector (ini bagi orang yang belum siap membayar utangnya—penulis). Kita sudah gemetar, keringat dingin mengucur deras, dan darah pun seperti hilang dari wajah kita. Apalagi jika saat itu suara ketukan pintu terdengar agak keras, tetangga yang datang bertamu dianggap sebagai paksaan untuk segera melunasi utang. Saat itu kita sudah mulai menghitung barang-barang yang kita miliki untuk dibayarkan secara mencicil, asal tidak dihukum apapun akan kita serahkan kepada si penagih utang. Apabila hubungan yang kita jalin dengan Allah sebagai hubungan utang-piutang yang setiap hari harus dibayarkan, saat itu kita akan merasa terus diawasi dan ditagih. Kita memang memiliki banyak utang kepada Allah, seluruh kesehatan tubuh kita salah satunya. Coba saja kalau tidak percaya, berjalan-jalan ke rumah sakit. Lihatlah betapa menderita orang yang tidak mampu mengedipkan matanya. Saat kita bisa mengedipkan mata, itu berarti Allah memberikan kemampuan dalam mengedip: ini utang yang harus dibayarkan.

“Betapa banyak nikmat Allah yang dimilikinya, tetapi ia hidup dalam keterasingan dan kekangan”, ujar Abu Tamam.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Qs. Ibrahim [14]:7)

Jika kia sangat taat, seperti seorang budak kepada tuannya, kita akan terus menerus melakukan tugas kita. Seorang hamba akan tunduk dan hormat saat melihat baju tuannya atau akan segera ketakutan ketika mendengar suara helaan napas tuannya. Pada film-film tentang kerajaan zaman dahulu, ada banyak orang yang serta merta bersujut begitu malihat lambang kerajaan atau lambang rajanya, padahal sang raja tidak hadir disitu. Allah pernah berfirman bahwa tanda-tanda kekuasaan-Nya disebarkan di seluruh alam raya. Jadi, matahari terbit adalah lambang kekuasaan-Nya, jantung tetap berdetak saat kita sedang tidur adalah lambang kekuasaan-Nya. Semua itu, di mata seorang hamba akan membuat kita bersujud, tunduk, dan patuh.

Terakhir, seorang yang sedang jatuh cinta akan menangkap segala sesuatu sebagai kekasihnya. Seorang yang sedang jatuh cinta akan merasa puas hanya dengan melihat pintu rumah kekasihnya, saat itu hatinya merasa tenang dan bahagia. Seorang pecinta akan merasa bahagia hanya dengan memeluk bekas benda yang dipegang kekasihnya. Kehadiran kekasih terasa ada dimana-mana, walaupun sang kekasih entah berada dimana.

Apa relasi yang selama ini kita bangun dengan Allah? Penakut, pengutang, budak, atau seorang pecinta? Kesemuanya akan membuat Allah hadir terus menerus. Akan tetapi, itu semua tidak akan membuat rasa sedih menjadi hilang. Ada satu hubungan yang harus dibangun dengan Allah agar kesedihan yang kita alami segera menghilang. Yaitu, jadikan Allah sebagai Rabb, Rahmân, Rahîm, dan Mâlik yaumiddin.

Allah adalah Rabb, Dialah yang menciptakan, memelihara, mendidik, sekaligus majikan yang baik hati. Allah adalah Rahmân-Rahîm, Dia sangat mencintai kita, sangat menyayangi kita. Dia khawatir bila kita salah jalan, karena itu banyak utusan-Nya yang diturunkan untuk memberi peringatan akan kekhilafan yang sengaja atau tidak sengaja yang kita lakukan. Allah juga adalah Mâlik yaumiddin, Dia-lah yang menguasai masa depan kita; karena Dia Rabb dan Rahmân, Rahîm maka pastilah masa depan kita akan sangat penuh kebahagiaan.

Jangan takut, sesungguhnya Allah bersama kita! Jangan takut karena Allah yang Rabb akan mendidik dan memelihara kita. Jangan takut, Allah yang Rahmân-Rahîm akan memberikan kasih sayang terbesar-Nya buat kita. Jangan takut, Allah yang Mâlik yaumiddin akan menjamin masa depan kita.

Syaratnya hanya satu, berdoa! Seperti mengucapkan, Iyyâkana’budu wa iyyâkanasta’în.

“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang mendoakan apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Qs. Al-Baqarah [2]:186)

____________________

Sumber: Qamaruzzaman Awwab, La Tahzan for Teens; Menjadi Remaja Bebas Stres ‘N Selalu Happy.

5 thoughts on “Janganlah Kamu Bersedih Karena Allah Ada Disamping Kita

    masterzain said:
    13 Desember 2010 pukul 5:37 AM

    nice posting. Mampir mas

    anang nurcahyo said:
    16 Desember 2010 pukul 10:15 AM

    betul.. ALLAH bersama orang2 yg sll mengingatnya..

    hamba allah said:
    13 Desember 2012 pukul 11:09 AM

    Good …🙂

    u2 360 tour said:
    30 Desember 2012 pukul 5:26 AM

    Very good information. Lucky me I ran across your blog by
    chance (stumbleupon). I’ve book-marked it for later!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s