Al-Qur’an

Posted on Updated on

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (Qs. 17:9-10)

Sebagai makhluk ciptaan Allah yang berakal dan beragama Islam, sudah barang tentu kita tahu bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci kita. Akan tetapi, tidak hanya sekedar tahu, namun juga mempelajari dan mengamalkan isinya. Namun kebanyakan orang, mereka hanya sekedar tahu saja tanpa memiliki keinginan untuk mempelajari dan mengamalkannya. Mereka hanya sebatas tahu bahwa Al-Qur’an itu diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril untuk disampaikan kepada umatnya, titik. Padahal jika dipelajari, didalam Al-Qur’an ini terkandung ilmu yang sangat banyak sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dunia yang sementara ini demi menuju kehidupan yang kekal abadi, akhirat. Namun tidak sebatas itu saja, didalamnya terdapat cerita-cerita yang nyata, peringatan, ancaman, perintah, larangan, dan masih banyak lagi pelajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Fungsi Al-Qur’an sendiri terdapat dalam Qs. 2:185:

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)….”

Ayat ini menyebutkan tiga fungsi pokok Al-Qur’an, yaitu:

– Petunjuk

Poin pertama ini sudah banyak diketahui oleh mayoritas kalangan muslim, bahwa Al-Qur’an memang merupakan petunjuk yang membimbing menuju jalan kebenaran.


– Penjelasan mengenai petunjuk

Selain memberi petunjuk kepada manusia, Al-Qur’an juga menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan petunjuk tersebut. Nah, dalam poin inilah kita diharuskan untuk men-tadabbur ayat. Yaitu mencari penjelasan dan maksud dari suatu ayat dengan menggunakan ayat lainnya. Contoh: dalam surat Al-Fatihah ayat ke-7 disebutkan: “(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka;…”. Untuk mengetahui siapa saja orang-orang yang telah diberi nikmat itu? Nah, jawabannya ada dalam Qs. 4:69 dan 19:58, mungkin masih ada ayat lainnya yang berhubungan dengan ini. Maka dari itu, kita dilarang untuk menafsirkan ayat sekehendak diri kita sendiri. Jika kita tidak menemukan jawabannya dalam Al-Qur’an maka cari dalam hadits, dan jika tidak ada, maka dapat ditemukan dalam ijtihad atau keputusan ulama’.


– Furqan (pembeda antara yang hak dan yang bathil)

Fungsi yang satu ini adalah untuk memberikan kejelasan kapada manusia tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Misalnya, Al-Qur’an memberikan pemisah diantara pengikut Al-Qur’an dan penentang Al-Qur’an, antara mukmin dan kafir. Karena secara zahir, tujuan pengikut Al-Qur’an dengan penentangnya sangat berbeda. Yang satu ingin menolongg agama Allah (Qs. 61:14), sedangkan yang satu lagi ingin mengahncurkan agama Allah.

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (Qs. 2:2)

Ayat ini sekilas memberikan keterangan bahwa didalam Al-Qur’an tidak ada penjelasan yang meragukan, semuanya terbukti baik untuk di masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Itu menunjukkan bahwa Al-Qur’an ini terpelihara untuk selamanya.

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. 15:9).

Tidak ada seorangpun yang dapat merubah isinya atau bahkan membuat tandingannya walaupun hanya satu ayat.

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (Qs. 2:23-24).

Ayat ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al-Qur’an itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan seluruh ahli sastra dan bahasa.

Al-Qur’an diturunkan fungsinya adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia, karena tanpa pedoman ini, manusia menjadi sesat. Sebagaimana wasiat yang telah ditinggalkan untuk umatnya; “Telah aku tinggalkan dua perkara yang jika kamu berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnahku”. Sudah jelas, jika kita tidak ingin menjadi sesat maka jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman atau pembimbimg dengan didampingi oleh Sunnah Rasul saw. Maka dari itu, Al-Qur’an dan Sunnah (Hadits) mesti dijadikan referensi utama dalam segala urusan, baik dunia maupun akhirat.

Fungsi Al-Qur’an yang sebagai petunjuk akan tercapai jika manusia mempelajari dan mengamalkannya, dan jika perlu, mengajarkannya. Namun dalam mempelajarinya, tidak boleh kita membuat penafsiran berdasarkan pemikiran kita sendiri. Kita harus merujuk pada hadits-hadits shahih, dari kitab-kitab yang terpercaya, serta dari para ulama’. Setelah itu, dalam mengamalkan Al-Qur’an, tidak dibenarkan untuk memilih hal-hal yang menurutnya tidak menguntungkan. Artinya, kita menjalankan sebagiannya, namun juga meninggalkann sebagian yang lain. Pendapat ini jelas bertentangan dengan ayat: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kedalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaithan, sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. 2:208).

Hal yang paling menyedihkan menurut saya adalah, orang Islam mencela orang Islam lain yang mempelajari Al-Qur’an. Sungguh keterlaluan. Padahal yang dipelajari adalah kitab suci dan pedoman hidup manusia, namun mengapa malah dicela habis habisan. Bagaimana akan selamat (dunia & akhirat) tanpa petunjuk dari Al-Qur’an itu sendiri?

Tindakan yang seharusnya kita lakukan adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pembimbing atau pemimpin kita, menjadikan Al-Qur’an sebagai panutan dengan mengikuti apa yang terkandung didalamnya. Dengan begitu, kita akan selamat di dunia dan akhirat karena mengikutii arahan Al-Qur’an. Bukan sebaliknya, yaitu meninggalkan Al-Qur’an. Tindakan ini adalah tindakan yang benar-benar keliru. Karena dengan mereka meninggalkan Al-Qur’an, maka Allah juga akan meninggalkan mereka. Lalu yang terjadi adalah, mereka menjadikan setan sebagai pembimbingnya sehingga mereka termasuk kedalam orang kafir atau orang yang mengingkari kebenaran Al-Qur’an dan juga menjadi orang yang sesat.

“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” (Qs. 7:175).

Sejak semula, Allah telah memberikan pilihan kepada kita sebagai makhluk ciptaanya untuk memilih antara dua jalan, jalan kebenaran (mukmin) atau jalan kesesatan (kafir). Tidak ada pilihan jalan ketiga, atau memilih diantara keduanya. “Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Qs. 18:29).

Jika anda memilih jalan mukmin, maka balasannya ada dalam Qs. 17:9, Qs. 20:123. Namun jika anda memilih jalan kafir, balasannya ada dalam Qs. 17:10, Qs. 2:7, Qs. 2:15, silahkan dilihat sendiri. Ingat… di hari akhir nanti Allah akan meminta pertanggung jawaban kepada kita mengenai Al-Qur’an ini. “Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.”(Qs. 43:44). Tanggung jawab disini adalah seberapa jauhkah kita mengamalkan Al-Qur’an, atau seberapa jauhkah kita meninggalkan Al-Qur’an…

Setelah melihat balasan untuk masing-masing pilihan, silakan anda pilih, ingin mukmin atau kafir, Keputusan ada di tangan anda…


copyright(c)2010, https://gilang07.wordpress.com

2 thoughts on “Al-Qur’an

    LASKAR_PELANGI-2 said:
    13 September 2010 pukul 12:11 AM

    Bismillahirrahmanirrahim

    Aqi Suro said:
    28 September 2010 pukul 2:35 AM

    Ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s