Shalat

Posted on Updated on

Sebagai seorang Muslim/Muslimah, sudah merupakan suatu kewajiban dan tugas kita untuk mengabdi kepada yang telah menciptakan kita, Allah. Salah satu bukti pengabdian kita kepada Allah adalah dengan Shalat. Pada tulisan ini sedikit akan saya uraikan mengenai shalat fardhu.

Shalat adalah sarana komunikasi antara makhluk dan khaliknya yang telah diajarkan oleh Nabi kita, Muhammad saw. Shalat juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan manusia. Orang yang shalatnya baik, maka Insya Allah amalannya juga ikut baik.

Lalu bagaimana jika ada orang yang shalat tetapi mereka masih saja melakukan hal-hal yang dilarang oleh syari’at? Shalat mereka perlu dipertanyakan…

Perlu diketahui bahwa orang yang ‘mengerjakan’ shalat berbeda dengan orang yang ‘mendirikan’ shalat. Orang yang mengerjakan shalat, mereka hanya sekedar mengerjakan dan mungkin mereka tidak mengerti tentang makna, tujuan, keutamaan, bahkan mereka tidak mengerti mengapa mereka shalat. Ada diantara mereka yang shalat hanya karena orangtuanya yang menyuruhnya shalat, ada juga yang sekedar ikut-ikutan, ada pula yang shalat hanya karena ingin diperhatikan (dilihat) oleh orang lain.

Lain halnya dengan orang yang mendirikan shalat. Mereka mengerti dan memahami tentang maksud dan tujuan untuk apa mereka shalat. Sehingga dapat dilihat dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka benar benar mengharapkan keridhaan dari Allah, bukan semata karena itu merupakan suatu tugas, tetapi mereka menyadari betapa lemahnya mereka dan betapa kuasanya Rabb mereka (Allah).

Allah berfirman dalam Qs. 51:56

“Dan tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk mengabdi kepada-Ku”

Keutamaan Shalat

Diantara keutamaan shalat diantaranya adalah:

1. Mencegah dari perbuatan keji dan munkar

Qs. 29:45   “…Sesungguhya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar…”

2. Sarana untuk meminta pertolongan

Qs 2:45   “Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-yang khusuk”

3. Amalan yang pertama dihisab pada hari akhir

4. Menghapus dosa

Dan masih banyak lagi selain yang disebutkan diatas…

Keutamaan-keutamaan tersebut bisa kita peroleh jika kita sungguh-sungguh dalam mengerjakannya, tidak terpaksa, tidak karena ingin dilihat orang lain, maka Allah akan senantiasa memperhatikan kita, apalagi jika ditambah dengan Qiyamullail. Shalatlah kamu sebelum kamu dishalatkan. Semoga dengan membaca tulisan ini kita dapat mengetahui maksud dan tujuan untuk apa kita shalat, dan kita mengetahui dasarnya. Sehingga kita tidak hanya sekedar shalat karena ikut-ikutan orang lain, tapi karena itulah kewajiban kita hidup di dunia ini.

Allah berfirman: “Janganlah kamu ikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya”

Wallahu a’lam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s